Jika dalam post Apa itu NPWP? Wajib atau Tidak Memilikinya?” saya sudah membahas panjang lebar tentang NPWP dan siapa saja yang berkewajiban memiliki NPWP, dalam post kali ini saya akan membahas cara pendaftaran NPWP secara mudah.

Cara pendaftaran NPWP sendiri bisa dengan cara offline maupun online. Cara pendaftaran secara online dapat dicek pada post Membuat NPWP Tanpa Ribet, Lewat E-Reg Saja!”, sedangkan post ini lebih membahas cara pendaftaran secara offline. Cara ini sebenarnya merupakan cara yang paling mudah, karena Anda cukup datang ke Pelayanan Pajak yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal dan tempat kegiatan usaha serta membawa semua persyaratan dokumen yang diperlukan.
 

PERSYARATAN YANG DIPERLUKAN UNTUK MEMBUAT NPWP

Persyaratan/dokumen yang harus Anda siapkan untuk membuat NPWP, antara lain:

  • Untuk WP orang pribadi, yang tidak menjalankan usaha atau pekerjaan bebas (karyawan):
  1. Fotokopi identitas pribadi, Kartu Tanda Penduduk (KTP) untuk Warga Negara Indonesia)
  2. Fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP) untuk Warga Negara Asing
  3. Jika Anda bekerja sebagai seorang PNS, maka sertakan fotokopi SK PNS. JIka Anda bekerja sebagai seorang karyawan swasta, maka sertakan fotokopi surat keterangan kerja dari tempat kerja Anda
  • Untuk WP orang pribadi, yang menjalankan usaha atau pekerjaan bebas (wirausaha):
  1. Fotokopi KTP bagi Warga Negara Indonesia, atau fotokopi paspor, fotokopi Kartu Izin Tinggal Terbatas (KITAS) atau Kartu Izin Tinggal Tetap (KITAP), bagi Warga Negara Asing
  2. Dokumen izin kegiatan usaha yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha atau pekerjaan bebas dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa (Surat Keterangan Domisili Perusahaan)
  • Untuk WP orang pribadi, wanita kawin yang dikenai pajak secara terpisah karena hidup terpisah berdasarkan keputusan hakim atau dikehendaki secara tertulis berdasarkan perjanjian pemisahan penghasilan dan harta:
  1. Fotokopi kartu NPWP Suami
  2. Fotokopi kartu keluarga
  3. Fotokopi surat perjanjian pranikah (prenuptial agreement) yang berisikan mengenai perjanjian pisah harta atau membuat surat pernyataan menghendaki melaksanakan kewajiban dan hak perpajakan terpisah dari suami
  4. Fotokopi SK PNS atau keterangan kerja dari perusahaan Anda
  • Untuk WP badan:
  1. Fotokopi akta pendirian atau dokumen pendirian dan perubahan bagi Wajib Pajak Badan dalam negeri, atau Surat Keterangan Penunjukan dari kantor pusat bagi Bentuk Usaha Tetap (BUT)
  2. Fotokopi Kartu NPWP salah satu pengurus, atau fotokopi paspor dan surat keterangan tempat tinggal dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa dalam hal penanggung jawab adalah Warga Negara Asing
  3. Dokumen izin usaha dan/atau kegiatan yang diterbitkan oleh instansi yang berwenang atau surat keterangan tempat kegiatan usaha dari Pejabat Pemerintah Daerah sekurang-kurangnya Lurah atau Kepala Desa (Surat Keterangan Domisili Perusahaan)
     

CARA PEMBUATAN NPWP

  1. Mengisi dan menandatangani Formulir Pendaftaran Wajib Pajak Orang Pribadi atau Formulir Pendaftaran Wajib Pajak Badan
  2. Melengkapi formulir pendaftaran tersebut dengan dokumen yang disyaratkan
  3. Menyampaikan ke KPP atau KP2KP yang wilayah kerjanya meliputi tempat tinggal atau tempat kedudukan atau tempat kegiatan usaha, bisa secara langsung, pos tercatat atau jasa kurir.
  4. KPP atau KP2KP memberikan Bukti Penerimaan Surat apabila permohonan dinyatakan telah diterima secara lengkap.
  5. Terhadap penyampaian permohonan yang diterima tidak lengkap berlaku ketentuan:
    1. disampaikan secara langsung, permohonan dikembalikan kepada Wajib Pajak,
    2. disampaikan melalui pos atau melalui perusahaan jasa ekspedisi atau jasa kurir, KPP menyampaikan pemberitahuan secara tertulis mengenai ketidaklengkapan tersebut.
       

Harus diingat, ketika seseorang memiliki NPWP artinya orang tersebut telah memenuhi persyaratan subjektif dan objektif untuk menjadi Wajib Pajak. Setelah memiliki NPWP, melekatlah hak dan kewajibannya sebagai Wajib Pajak. Jadi, jangan lupa melakukan kewajiban sebagai Wajib Pajak ketika Anda telah memiliki NPWP, seperti: kewajiban pembayaran, pemotongan/pemungutan, dan pelaporan pajak, serta kewajiban memberikan data dan keterangan lain ketika diperiksa.

Comments

:
:
:
: