Kas merupakan hal yang sangat penting untuk keberhasilan dalam bisnis apapun. Kas berfungsi seperti “darah” yang membuat suatu bisnis tetap beroperasi. Tanpa adanya kas, suatu bisnis dapat disebut sebagai bisnis yang gagal. Untuk alasan itulah, memahami arus kas menjadi kunci managerial skill dalam suatu bisnis.

Kegagalan dalam merencanakan aliran kas adalah salah satu penyebab utama gagalnya startup business. Jika Anda memahami dasar-dasar arus kas, tentunya secara tidak langsung Anda juga dapat mengelola keuangan Anda dengan lebih baik. Pengetahuan tentang arus kas ini menjadi lebih penting lagi ketika Anda menghadapi kesulitan ekonomi, atau ketika Anda perlu memperketat dan mengontrol aspek keuangan bisnis Anda.

Berbicara tentang kas, tidak hanya berbicara tentang kas di tangan (cash on hand) saja, namun juga berbicara tentang tabungan atau rekening giro yang dimiliki oleh bisnis Anda. Arus kas yang Anda miliki dapat dikatakan cukup apabila dapat meng-cover kewajiban yang harus dibayar (seperti: pembayaran utang yang jatuh tempo, pembayaran biaya, dll), dan dapat berfungsi sebagai cadangan dalam keadaan darurat serta menyediakan modal untuk investasi yang akan dilakukan.


AKTIVITAS ARUS KAS

Dalam arus kas, semua aliran keluar masuk kas dipantau dalam berbagai aktivitas, mulai dari pembelian barang dagangan untuk persediaan hingga penambahan kas dari pelunasan piutang. Semua aktivitas ini mengukur bagaimana semua instrument keuangan dikonversi menjadi kas, baik melalui aktivitas operasi, investasi maupun pendanaan.

Misalnya saja aktivitas bisnis Anda dimulai dengan kas dan persediaan. Ketika Anda ingin menambah persediaan barang, tentunya akan ada pembayaran dan aliran kas keluar. Sama halnya dengan pembayaran biaya, tentunya kas juga akan berkurang akibat aktivitas tersebut.

Ini berlaku juga untuk inventaris atau aset lainnya yang Anda beli dan produk yang Anda jual. Ketika Anda melakukan pembayaran untuk pembelian inventaris atau pelunasan utang atas pembelian aset, maka akan ada pengurangan kas. Sedangkan ketika customer melakukan pembayaran atau pelunasan piutang atas produk yang Anda jual, maka kas akan bertambah. Aktivitas-aktivitas inilah yang membentuk siklus dalam suatu bisnis dan melalui Laporan Arus Kas semua aktivitas tersebut dapat terekam dengan baik.


ASET LANCAR (CURRENT ASSETS)

Kas dan setara kas diklasifikasikan sebagai kelompok aset lancar di neraca. Begitu pula semua aset yang dapat dikonversikan menjadi kas dalam jangka waktu satu tahun, antara lain: piutang usaha, persediaan, uang muka pembelian, dan biaya dibayar di muka.


ANALISIS ARUS KAS

Arus kas tidak selesai hanya dengan pembuatan laporan saja, namun juga harus meliputi analisis di dalamnya. Analisis arus kas harus menunjukkan apakah hasil pendapatan bisnis Anda dapat menghasilkan cukup uang untuk memenuhi kewajiban Anda, membayar biaya-biaya atau pembelian barang untuk persediaan, atau bahkan apakah bisnis Anda menghasilkan dana yang cukup apabila Anda ingin menambah aset tetap untuk kemajuan bisnis Anda. Hasil analisis arus kas juga harus menggambarkan apakah arus masuk dan arus keluar dari aktivitas-aktivitas bisnis yang Anda lakukan menghasilkan arus kas positif atau atau malah menggerus kas yang Anda miliki. Tentunya dengan memahami hal ini, Anda dapat melakukan evaluasi atas transaksi yang dilakukan di masa lampau, kontrol yang lebih baik terhadap posisi keuangan Anda saat ini, dan Anda dapat merencanakan investasi dan pendanaan yang lebih baik bagi pertumbuhan bisnis Anda di masa yang akan datang.

Cara terbaik mengontrol arus kas adalah memiliki cukup cash on hand setiap bulan untuk membayar kewajiban dan biaya yang akan jatuh tempo pada bulan berikutnya. Membuat proyeksi arus kas bulanan menjadi hal yang penting karena proyeksi dapat membantu Anda mengidentifikasi dan mengeliminasi defisit atau surplus dana yang mungkin timbul, serta untuk membandingkan angka aktual berdasarkan data beberapa bulan terakhir. Ketika defisit, Anda harus mengubah rencana keuangan bisnis agar kas yang tersedia cukup untuk membayar kewajiban dan biaya-biaya bisnis Anda. Sedangkan ketika surplus berlebihan, Anda harus mengevaluasi apakah hal tersebut muncul karena indikasi besarnya pinjaman berlebihan atau adanya uang menganggur (idle money) yang sebenarnya dapat diinvestasikan lagi. Tujuan utama proyeksi ini sebenarnya adalah untuk membentuk arus kas yang seimbang (well-balanced) bagi bisnis Anda.


LALU BAGAIMANA MENCIPTAKAN ARUS KAS YANG POSITIF?

Sebenarnya ada berbagai cara untuk meningkatkan cadangan kas dalam bisnis Anda, antara lain:

  • Menagih piutang.
    Secara aktif mengelola piutang dengan cara mengetahui piutang mana saja yang segera jatuh tempo dan sesegera mungkin menagih piutang setelah jatuh tempo. Wajib diingat bahwa Anda berpotensi kehilangan pendapatan jika kebijakan penagihan Anda tidak agresif. Semakin lama saldo piutang Anda tidak dibayar, semakin kecil kemungkinan Anda akan menerima pembayaran penuh atas piutang tersebut.
  • Memperketat persyaratan kredit.
    Jika limit dan persyaratan kredit menjadi lebih ketat, maka lebih banyak pula pelanggan yang harus membayar tunai untuk pembelian mereka. Hal ini akan meningkatkan jumlah kas dan mengurangi adanya biaya piutang tak tertagih. Sementara pengetatan pemberian kredit sangat membantu dalam peningkatan kas jangka pendek, wajib dicatat bahwa hal ini justru tidak menguntungkan dalam jangka panjang. Pemberian kredit membuka peluang lebar bagi pelanggan untuk membeli produk atau layanan Anda meskipun tidak memiliki dana yang cukup. Bagaimanapun juga Anda harus mengukur berapa besar peningkatan penjualan yang berbanding lurus dengan kemungkinan peningkatan biaya piutang tak tertagih. Jangan sampai penjualan tinggi namun berakhir dengan piutang macet, bukan?
  • Mengambil pinjaman jangka pendek.
    Pinjaman dari berbagai lembaga keuangan atau pihak ketiga seringkali diperlukan untuk menutupi masalah defisit arus kas. Meskipun cara ini tergolong instant, Anda tidak boleh bergantung dari cara ini saja. Mencari akar permasalahan mengapa keuangan Anda bisa defisit dan bagaimana cara menyelesaikan hal ini agar tidak berulang di masa depan merupakan langkah kedua yang harus dilakukan setelah menutup defisit kas dengan pinjaman.
  • Meningkatkan penjualan Anda.
    Peningkatan penjualan seolah-olah meningkatkan arus kas dalam waktu bersamaan. Namun perlu diingat, jika sebagian besar penjualan Anda dilakukan secara kredit, ketika penjualan meningkat, piutang Anda meningkat, bukan kas Anda. Di sisi lain, akibat adanya penjualan, persediaan menipis dan Anda harus melakukan pembelian. Perlu dicermati pula berapa lama jatuh tempo piutang dan utang atas pembelian yang Anda lakukan. Jangan sampai Anda terlalu mengacu pada tingginya angka penjualan saja, namun faktanya arus kas Anda defisit dari waktu ke waktu.

Comments

:
:
:
: